LOGOV CELEBES

PT. Local Governance (LOGOV) Celebes merupakan lembaga riset privat yang berbasis di Makassar. Berisi sejumlah dosen dan peneliti dari berbagai bidang seperti ekonomi pembangunan, manajemen, akuntansi, sosial ekonomi pertanian, hukum, kelautan dan perikanan, administrasi publik, dan sosial politik, yang telah bekerja sekian lama sebagai sebuah tim. Lembaga ini melayani sejumlah kegiatan akademis seperti riset, konsultan, pelatihan, publikasi, dan sejumlah layanan terkait lainnya.

Artikel

Muhammad Afif Sallatu

Muhammad Afif Sallatu

Kami membuka kesempatan kepada mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mengikuti pelatihan pengolahan data dengan menggunakan software Stata. Stata merupakan program pengolahan data yang memiliki fitur statistik yang lengkap, sesuai kebutuhan penelitian sosial, ekonomi, dan kesehatan dengan menggunakan perintah yang user friendly.

Hari/Tanggal Pelaksanaan: Sabtu, 25 Januari 2020.

Tempat: Kantor LOGOV Celebes (Lt.2) - Jalan ANce Dg. Ngoyo No. 8/D, Makassar.

Fasilitator: Randi Kurniawan S.E., M.Sc. (Peneliti LOGOV Celebes).

Materi:

- Konsep Statistik dan Ekonometrik.

- Manajemen Data dengan Stata.

- Uji Korelasi dan Uji Beda.

- Uji Regresi Linier.

Fasilitas:

- Modul dan Do-File Pelatihan

- Makan siang

Snack

- Sertifikat

Persyaratan:

- Mengisi formulir pendaftaran online dengan melakukan klik di sini

- Melakukan pembayaran pelatihan sebesar Rp250.000,- pada rekening Bank Mandiri 1370015854959 a.n. Yuli Permatasari. Lima pendaftar pertama cukup membayar Rp200.000,-

- Melampirkan bukti pembayaran pada formulir pendaftaran.

- Batas akhir pendaftaran dan pembayaran: 18 Januari 2020.

- Peserta terbatas 15 orang.

CP: 0895-6303-27146 (Maula Razak)

This study aims to analyze the factors that influence the amount of dowry/wedding gift in marriage. The study used female individuals (n=1,532) from The Indonesia Family Life Survey (IFLS) East data who lived in 7 provinces in eastern Indonesia.

Using multivariate regression, the results of this study found that the economic status and the level of education of female before marriage have a positive effect on the amount of dowry. Geographical, ethnic, and religious factors can also explain the variation of dowry. Married female in East Nusa Tenggara province, Muslim’s female, and Bugis-Makassar-Toraja’s female receive higher dowry than other counterparts. The results of this study provide evidence regarding the reasons for the high dowry in several communities in the eastern part of Indonesia.

This article is published in journal DINAMIKA (Developmental Economics) by Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics and Business Diponegoro University. Feel free to access the article by downloading on below attachment or go the journal web by click here

Beras untuk rumah tangga miskin (Raskin) merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan di Indonesia yang sudah berlangsung sejak 21 tahun lalu, namun pengaruhnya terhadap konsumsi rumah tangga masih menimbulkan perdebatan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji adanya variasi pengaruh program Raskin terhadap konsumsi makanan pada berbagai kelompok rumah tangga berdasarkan pengeluaran dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2014. Model estimasi yang digunakan adalah regresi multivariat dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rumah tangga penerima Raskin, kelompok paling miskin (20% terbawah) secara relatif mengalokasikan sumber daya lebih banyak untuk konsumsi beras dan makanan pokok dibanding kelompok kurang miskin (20% teratas). Sementara itu, kelompok rumah tangga kurang miskin secara relatif membelanjakan uang lebih banyak untuk makanan bernutrisi, seperti telur dan susu, daging dan ikan. Namun, proporsi konsumsi rokok dan alkohol juga lebih tinggi pada rumah tangga kurang miskin. Temuan studi ini mendorong perlunya perbaikan sasaran program Raskin karena manfaatnya lebih banyak dinikmati oleh rumah tangga kurang miskin dibanding rumah tangga paling miskin.

Artikel ini telah dipublikasi di Jurnal Ekonomi dan Pembangunan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dapat diakses dengan mengunduh lampiran di bawah atau dengan melakukan klik di sini

Kami membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu atau mahasiswa yang ingin mengenal lebih dalam pengolahan data statistik untuk mengikuti pelatihan kami, Pelatihan Analisis Data Menggunakan Software SPSS. Anda akan mendapatkan fasilitas yang cukup lengkap dengan biaya yang sangat terjangkau.

Tanggal Pelaksanaan: 26-27 Oktober 2019

Tempat: Kantor LOGOV Celebes (lantai 2), Jalan Ance Dg. Ngoyo No. 8/D, Makassar.

Fasilitator: Syahril S.E., M.Si.

Persyaratan:

  • Mengisi formulir pendaftaran pada link https://tinyurl.com/LogovSPSS.
  • Melakukan pembayaran pelatihan sebesar Rp75.000,- pada rekening Bank Mandiri 1370015854959 a.n. Yuli Permatasari.
  • Melampirkan bukti pembayaran pada link pendaftaran.

Segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 23 Oktober 2019. Peserta terbatas 20 orang! Untuk informasi lebih lengkapnya, silakan anda lihat pada poster di atas.

CP: 0895 6303 27146 (Maula)

Terima kasih.

Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak akses internet terhadap pendapatan pekerja individu. Dengan menggunakan data survei rumah tangga dari the Indonesia Family Life Survey tahun 2014 dan metode Propensity Score Matching (PSM), studi ini menemukan bahwa akses internet berdampak positif terhadap pendapatan pekerja informal. Akan tetapi, dampak tersebut tidak ditemukan pada pekerja formal. Temuan ini mendukung perlunya pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar dengan memberikan akses internet kepada pekerja informal, sebab hal tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada pekerja informal. Studi selanjutnya dengan menggunakan data panel diperlukan untuk meminimalkan bias pada regresi.

Penjelasan lebih lengkap dapat diunduh pada lampiran di bawah ini.

Minggu, 21 Juli 2019 11:17

Potret Lapangan Kerja di Kota Makassar

Sebagai pusat aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan, kota Makassar menjadi destinasi utama bagi siapapun yang ingin memperbaiki kondisi ekonominya. Bukan hanya masyarakat Sulawesi Selatan, tapi sebagian dari mereka berasal dari provinsi lain yang sedang mengupayakan sebuah penghidupan lebih yang baik di kota Makassar. Wajar jika pasar tenaga kerja di kota Makassar setiap tahunnya dipenuhi para pencari kerja dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun 2018, kota Makassar memiliki 671.044 orang angkatan kerja, bertambah sebanyak 57.722 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Banyaknya angkatan kerja di Kota Makassar dapat dilihat dari dua sudut pandang. Pertama, kenaikan angkatan kerja membuat pasar tenaga kerja kota Makassar relatif lebih dinamis, yang berarti pengusaha dapat mencari pekerja dengan upah lebih kompetitif. Namun, kondisi ini bisa berdampak buruk terhadap bertambahnya jumlah dan tingkat pengangguran terbuka jika sektor- sektor ekonomi produktif tidak mampu menampung para pencari kerja. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan menunjukan bahwa dari total angkatan kerja di kota Makassar tahun 2018, sebanyak 589.221 orang sudah mendapatkan pekerjaan, sementara yang belum mendapat pekerjaan mencapai 81.823 orang, naik dari 64.954 orang tahun 2017 atau bertambah sebanyak 16.869 orang. Angka tersebut mengindikasikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) kota Makassar naik dari 9,97 persen tahun 2012, menjadi 12,19 persen enam tahun kemudian (2018). Angka tersebut menjadikan kota Makassar sebagai daerah dengan jumlah pengangguran dan TPT paling tinggi di Sulawesi Selatan.

Pengangguran memang menjadi salah satu masalah penting yang dihadapi kota Makassar dalam beberapa tahun terakhir dan nampaknya sulit untuk diatasi. Bukan hanya karena soal banyaknya pencari kerja, tapi menariknya, fenomena ini justru terjadi di tengah cepatnya laju pertumbuhan ekonomi. Gejala tersebut merupakan anomali karena semestinya kenaikan aktivitas ekonomi sejalan dengan penurunan TPT. Bahkan “Hukum Okun” menyebutkan bahwa setiap 1 (satu) persen pertumbuhan ekonomi dapat menurunkan 3 (tiga) persen pengangguran. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, ketika ekonomi kota Makassar tumbuh 8,23 persen tahun 2017, TPT mencapai 10,59 persen, namun setahun kemudian TPT naik menjadi 12,19 persen sementara aktivitas produksi barang dan jasa juga tumbuh 8,42 persen. Fakta ini mengindikasikan bahwa kemampuan sektor-sektor ekonomi dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mengalami kesulitan menyerap sebagai besar pencari kerja.

Dalam struktur perekonomian kota Makassar, ada tiga lapangan usaha dominan yaitu industri pengolahan, perdagangan besar, serta konstruksi. Tahun 2018, ketiga sektor ini masing-masing berkontribusi 18,30 persen, 19,82 persen, dan 17,95 persen terhadap pembentukan nilai tambah ekonomi. Artinya, boleh dikatakan bahwa ketiga sektor ini menjadi penggerak aktivitas produksi barang dan jasa di kota Makassar. Sayangnya, kinerja sektor industri setiap tahun menunjukkan pelambatan, padahal elastisitas tenaga kerja sektor ini diatas 1 (satu) persen. Artinya ketika nilai tambahnya tumbuh 1 (satu) persen, daya serap tenaga kerjanya lebih dari 1 (satu) persen.

Selain itu, BPS kota Makassar mencatat pertumbuhan nilai tambah industri pengolahan hanya 0,24 persen di tahun 2018, padahal beberapa tahun sebelumnya sempat tumbuh 7-8 persen pertahun. Meskipun terlalu awal untuk menyimpulkan bahwa terjadi pergeseran struktur ekonomi dari industri ke jasa, tapi menurunnya pertumbuhan dan kontribusi industri pengolahan dan kemudian naiknya peran dan pertumbuhan lapangan usaha perdagangan besar dapat menjadi gejala yang mesti diwaspadai pemerintah daerah. Empat tahun lalu, perdagangan besar hanya menyumbang 18,96% terhadap struktur Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan pertumbuhan sebesar 7,58 persen. Tapi tahun 2018, sektor ini berkontribusi 19,82 persen dan pertumbuhannya mencapai 11,79 persen. Pemerintah daerah perlu waspada, karena elastisitas penyerapan tenaga kerja sektor perdagangan besar lebih kecil dari 1 (satu) persen. Artinya ketika nilai tambahnya naik 1 (satu) persen, penyerapan tenaga kerjanya hanya tumbuh di bawah 1 (satu) persen.

Pergeseran struktur ekonomi membuat perumusan kebijakan mengatasi pengangguran menjadi sulit. Membesarnya peran sektor perdagangan besar di satu sisi baik dampaknya bagi perekonomian daerah lantaran menghasilkan nilai tambah lebih besar dari sektor lain, termasuk industri. Artinya, jika pemerintah daerah pro terhadap pertumbuhan ekonomi, maka mendorong sektor perdagangan besar merupakan salah satu strategi yang dibutuhkan, meskipun dengan catatan angka penyerapan tenaga kerjanya rendah. Namun, jika sebaliknya, pemerintah daerah concern terhadap penurunan pengangguran, maka harusnya lebih fokus pada kebijakan pengembangan sektor industri pengolahan. Oleh karena itu, bagi siapapun yang menjadi calon Walikota Makassar nanti, hendaknya memasukkan pengangguran sebagai isu strategis dalam perumusan visi dan misi.

Syahril

Undangan Diskusi

"Peluang Penggunaan Data IFLS dalam Penelitian Ekonomi, Sosial, dan Kesehatan (Lanjutan)"

Waktu: Selasa, 25 Juni 2019. Pukul 10.00-12.00 WITA

Tempat: Kantor LOGOV Celebes Lantai 2. Jalan Ance Dg. Ngoyo No. 8/D, Makassar

Fasilitator: Randi Kurniawan, S.E., M.Sc.

Untuk pendaftaran bisa melalui tautan: http://bit.ly/2N1PF8w

Contact Person: 0812-4176-1101 (Risfan)

Call for Participants
Pelatihan Analisis Data Menggunakan Software Stata

LOGOV Celebes dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin membuka kesempatan kepada mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mengikuti pelatihan pengolahan data dengan menggunakan software Stata. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada

Waktu: Rabu, 19 Juni 2019, Pukul 08.30 - 16.00 WITA
Tempat: Lt 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin, Makassar

Pendaftaran dilakukan paling lambat Sabtu, 15 Juni 2019 melalui formulir pendaftaran berikut: https://bit.ly/2K5nRhh
Peserta Terbatas 20 orang
FREE

Narahubung
Yuli (0813 5595 6017)

Pasar dunia cenderung lebih bebas dan terbuka. Fenomena ini tidak dapat dihindari karena setiap negara menginginkan pasar dunia yang terbuka untuk produk ekspornya. Setiap hambatan, baik tarif maupun non-tarif, dicoba untuk dikurangi atau dihilangkan melalui perjanjian bilateral, regional dan multilateral. Sementara negara-negara mengharapkan pasar dunia yang semakin bebas, Amerika Serikat menarik diri dan menjadi proteksionis. Pada April 2018, Amerika Serikat secara resmi memutuskan penerapan tarif impor anti-dumping untuk produk-produk biodiesel Argentina dan Indonesia. Amerika Serikat menaikkan tarif impor anti-dumping, setelah menuduh kedua negara melakukan praktik dumping. Kebijakan tarif untuk impor antidumping Amerika Serikat berupaya melindungi industri dalam negerinya.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tarif impor anti-dumping Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia dan Argentina. Studi ini menggunakan model Computable General Equilibrium (CGE) untuk mengamati dampak kenaikan tarif impor anti-dumping Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia dan Argentina dan kawasan lainnya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kebijakan tarif impor anti-dumping Amerika Serikat berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia dan Argentina. Selain itu, kebijakan tersebut juga berdampak negatif pada negara-negara di kawasan Asia-Pasifik dan Uni Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan tarif impor anti-dumping Amerika Serikat untuk produk biodiesel Indonesia dan Argentina memiliki dampak global.

Tautan artikel dapat diakses dengan mengunduh pada lampiran pada bagian attachment di bawah.

Beberapa hari terakhir ini, setidaknya ada dua pembahasan yang ramai dibicarakan oleh penduduk media sosial di Indonesia, yakni pemilihan Presiden RI dan Game of Thrones (selanjutnya disingkat GoT). Keduanya memang sama-sama menjadi isu hangat di kalangan pengguna media sosial karena penyelenggaraan/penayangannya berada di kurun waktu yang hampir bersamaan, sekitar April-Mei 2019. Seperti yang diketahui, Pemilihan Presiden di Indonesia diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019 bersamaan dengan pemilihan legislatif. Hasil pemilihan umum tersebut selesai dan diumumkan oleh KPU pada tanggal 21 Mei 2019. Di waktu yang hampir bersamaan, film serial HBO GoT yang ditayangkan sejak tahun 2011 ini juga telah merampungkan penayangannya. Pada tanggal 19 Mei 2019 lalu, penayangan GoT menjadi episode terakhir sekaligus menjadi season penutup dari film serial yang berjumlah delapan season ini.

Sesuai dengan judulnya, Game of Thrones (GoT) menceritakan perjalanan para karakter dalam mencapai takhta. Jika para pembaca tulisan ini merupakan penonton setia serial GoT, tentunya sudah tahu bagaimana perjalanan dari setiap karakter dalam mencapai takhta tersebut. Intrik, politik, manipulasi bahkan pertumpahan darah adalah proses yang mewarnai perjalanan para karakter dalam mencapai takhta (Iron Thrones). Meskipun film yang diadaptasi dari novel George R.R. Martin ini adalah kisah fiktif, namun bagi penulis, kisah perjalanan GoT sangat realistis dan sarat akan makna untuk dijadikan bahan pembelajaran/renungan bersama.

BELAJAR KEPEMIMPINAN DARI DAENERYS TARGARYEN

Daenerys Targaryen merupakan salah satu karakter yang ada di film GoT. Sejak season perdana GoT, Daenerys Targaryen digambarkan sebagai salah satu tokoh protagonis yang memiliki ambisi mulia untuk menghapus pemimpin tiran di Seven Kingdoms. Oleh karenanya, karakter Daenerys banyak mencuri perhatian dan menjadi salah satu kandidat yang dianggap layak menduduki Iron Thrones oleh penonton/penggemar GoT. Namun tidak seperti banyak harapan dari penggemar, penulis skenario justru membuat karakter Daenerys di akhir episode menjadi antagonis. 

Daenerys diceritakan menjadi murka demi membalas kematian orang-orang kepercayaannya (Ser Jorah dan Missandei) yang mati di medan perang, serta kedua naga yang sudah dianggapnya seperti anak. Ia menjadi madqueen yang tidak lagi rasional dengan membumihanguskan Kings Landing termasuk penduduk yang tidak bersalah. Ia seolah kehilangan belas kasih. Aksi brutal Daenerys ini tidak pernah ditunjukkan pada season-season sebelumnya, kecuali ia membunuh para pemimpin-pemimpin tiran untuk membebaskan para budak yang tidak bersalah. 

Sejak menjalankan ambisinya untuk membuat dunia menjadi lebih baik dan bebas dari pemimpin tiran, Daenerys memiliki banyak pengikut setia termasuk tokoh berpengaruh di Seven Kingdoms, diantaranya Tyrion Lannister, pasukan Unsullied, suku Dothraki, dan sebagainya. Bahkan sosok Jon Snow yang saat itu dipercaya oleh rakyat Winterfall sebagai King in the North seketika jatuh hati dan percaya sepenuhnya pada kepemimpinan Daenerys.

Hanya membutuhkan waktu jentikan jari, Daenerys yang tinggal sedikit lagi mendapatkan kepercayaan penuh dari rakyat Seven Kingdoms perlahan pupus akibat aksinya di Kings Landing. Perlahan-lahan tokoh yang berpengaruh dan para pengikut setianya mulai mempertanyakan konsistensi Daenerys untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Ketimbang menarik hati rakyat Kings Landing, ia justru menggunakan kekuatannya untuk menakuti rakyat/pengikutnya yang dianggap tidak sejalan lagi dengan dirinya. 

Bagi beberapa karakter yang mulai mempertanyakan karakter Daenerys beranggapan bahwa ia memiliki potensi besar sebagai pemimpin yang diktator (tiran). Di akhir cerita, Jon Snow (sang kekasih Daenerys) merasa harus menghentikan aksi Daenerys tersebut dengan membunuhnya. Daenerys yang diprediksi sebagai salah satu karakter yang dianggap layak untuk menduduki Irone Thrones, akhirnya tewas bahkan sebelum ia berhasil menduduki Iron Thrones yang telah ia perjuangkan selama ini.

Dari rangkaian adegan tersebut, setidaknya bagi penulis terdapat dua pesan penting yang ingin disampaikan penulis skenario. 

Pertama, kriteria pemimpin yang layak adalah orang yang tidak berlebihan dalam berambisi. Seperti kata Ser Davys di akhir hayatnya ketika ia mulai meragukan kepemimpinan Daenerys bahwa "orang yang tidak terlalu berambisi untuk mendapatkan takhta justru bisa jadi orang yang layak untuk menjadi pemimpin, dan begitupun sebaliknya." 

Kedua, seorang pemimpin yang layak adalah pemimpin yang dicintai rakyatnya, bukan ditakuti. Pemimpin yang ditakuti hanya bersifat jangka pendek, berbeda jika pemimpin dicintai oleh rakyatnya, hubungan yang terjalin akan bersifat jangka panjang. Daenerys yang dikisahkan aktif membebaskan para budak dari pemimpin yang tiran di season awal GoT dikenal penuh belas kasih. Karenanya ia memiliki banyak pengikut setia. Hal yang berbeda terjadi ketika ia memulai perjalanan ke utara merebut Kings Landing, ia lebih banyak merasa terancam dan tidak lagi mau bermusyawarah. Ia mengubah metode kepemimpinannya menjadi sangat otoriter. Perlahan-lahan Daenerys kehilangan kepercayaan dari orang-orang terdekatnya, bahkan tewas di tangan kekasihnya sendiri.

PIDATO SANG PEMIMPIN

Salah satu adegan yang sangat krusial adalah ketika Daenerys berpidato kepada para pasukannya setelah penaklukan Kings Landing. Ketimbang memberikan pesan perdamaian untuk rakyat Seven Kingdoms yang lebih baik sesuai janjinya, ia justru memercik api perang. Sebagai orang yang cerdas, Tyrion Lannister menangkap pesan tersebut untuk menjadi senjata dalam "menghasud/menyadarkan" (menggunakan kata yang saling kontradiktif agar memberikan kesan netral) Jon Snow yang masih setia berpihak pada Daenerys pasca penghancuran Kings Landing

Tyrion memberitahu Jon bahwa ia satu-satunya yang dapat mengambil peran untuk menghentikan aksi Daenerys. Ia meyakinkan Jon bahwa Seven Kingdoms dibawah kepemimpinan Daenerys tidak akan jauh lebih baik dari pemimpin sebelumnya, Cersei Lannister. Daeneys masih akan memercik api perang kepada pemimpin-pemimpin di Seven Kingdoms yang tidak tunduk terhadapnya. Padahal, harapan rakyat Seven Kingdoms adalah tidak ada lagi pertumpahan darah pasca penaklukan Kings Landing.

Berkaca pada proses pemilihan umum, kita tentu menyadari bahwa pidato dan pernyataan para tokoh/pemimpin sangat penting. Pidato dapat memotivasi untuk kebaikan/persatuan, di lain sisi pidato juga dapat menjadi pemicu kericuhan. Menang dan kalah dalam proses pemilihan umum tentu adalah hal yang wajar, sehingga para tokoh yang terlibat seyogyanya dapat memberikan statement/pidato yang bersifat positif, bukan provokatif. Kericuhan pemilihan umum yang saat ini terjadi, bisa jadi dipicu dari statement /pidato dari para tokoh. Ketika kericuhan terlanjur terjadi, yang diharapkan adalah hadirnya sosok yang dapat mengambil peran selayaknya Jon Snow yang kembali memberikan harapan "dunia yang lebih baik" bagi Seven Kingdoms. Tentu maksud penulis tidak dengan cara "membunuh", namun lebih pada kehadiran sosok tersebut dalam memberikan statement/aksi yang menyejukkan.

APAKAH YANG DILAKUKAN SUDAH BENAR?

Di akhir dari tulisan ini, penulis ingin mengutip dialog antara Tyrion Lannister dan Jon Snow pasca Daenerys Targaryen dibunuh oleh Jon.

Jon Snow: (dengan perasaan yang terus mempertanyakan keputusannya yang telah membunuh Ratu sekaligus kekasihnya, Daenerys Targaryen). "Apakah yang saya lakukan saat ini sudah benar?" tanyanya pada Tyrion Lannister.

Tyrion Lannister: "Jon, tanyakan saya pertanyaan yang sama sepuluh tahun kemudian."

Penulis mencoba menganalogikan perasaan yang dirasakan oleh Jon Snow dengan para pemilih yang telah memberikan suaranya pada Pilpres 2019. Entah pemilih memberikan suara untuk paslon 01, paslon 02, atau bahkan memilih untuk/karena terpaksa tidak memberikan suara. Apapun itu, KPU telah menjalankan tugasnya dan telah mengumumkan hasil rekapitulasi suara yang dimenangkan oleh salah satu pasangan calon. Seperti kata Tyrion Lannister, suatu proses tidak serta merta dapat dijawab dengan instan. Mari tidak mudah untuk menghakimi proses tertentu, biarkan ia berjalan dahulu sebagaimana adanya. Paslon yang memenangkan pemilu 2019 saja belum dilantik apalagi bekerja. Bersabarlah sedikit. Perubahan tidak semudah pesulap menghilangkan Burung Merpati dari tangannya. Mendukung dan percaya pada pemimpin yang terpilih juga kewajiban dari rakyat. Jikapun akan meng-kritik, berikan dengan cara yang santun dan positif sesuai jalur-jalur yang sudah disediakan. Indonesia tidak sedang dalam keadaan darurat, kecuali kita memilih untuk saling perang dan membuatnya tercerai berai. Tidak perlu khawatir berlebihan. Jika belum apa-apa sudah menagih kartu pra kerja tanpa mau berusaha sebagai bentuk "sinis" kita terhadap pemimpin terpilih, bukankah berharap pemimpin menjadi One Man Show juga bentuk dari kezaliman? Mari saling memperbaiki, saling introspeksi.

Jon Snow barangkali belum benar-benar yakin atas keputusan yang telah dibuatnya. Namun, menghentikan aksi-aksi provokatif adalah sikap yang paling patriot yang paling bisa ia lakukan untuk menjaga Seven Kingdoms saat itu. Tentang bagaimana sikap kita dalam menjaga Indonesia, saran penulis, belajarlah dari Game of Thrones!

Diah Astrini

*tulisan ini telah diterbitkan juga secara personal oleh penulis di blog kompasiana.com

LAYANAN

  • Penelitian
  • Konsultan
  • Publikasi
  • Seminar
  • Workshop
  • Pelatihan
  • Kerja Sama

KONTAK KAMI

JL. ANCE DG. NGOYO NO. 8/D
MAKASSAR, SULAWESI SELATAN
INDONESIA
90231

  +62-411-4679343
  +62-852-9999-5447
Surel: office@logovcelebes.id
 
          logovcelebes@gmail.com 

FOLLOW

twitter logo transparent 15 580b57fcd9996e24bc43c521



LOGOV CELEBES

PT. Local Governance (LOGOV) Celebes merupakan lembaga riset privat yang berbasis di Makassar. Berisi sejumlah dosen dan peneliti dari berbagai bidang seperti ekonomi pembangunan, manajemen, akuntansi, sosial ekonomi pertanian, hukum, kelautan dan perikanan, administrasi publik, dan sosial politik, yang telah bekerja sekian lama sebagai sebuah tim. Lembaga ini melayani sejumlah kegiatan akademis seperti riset, konsultan, pelatihan, publikasi, dan sejumlah layanan terkait lainnya.